Kamis, 09 Juni 2011

Kesamaan Konsep Islam-Kristen

Agama yang menganut sistem satu Tuhan sebenarnya sudah ada sedari dulu, pengagasnya adalah Zoroaster seorang cendikiawan dari timur-tengah (baca : http://en.wikipedia.org/wiki/Zoroaster) yang menganggap jika Tuhan itu adalah satu dan mutlak.

Namun Tuhan memiliki banyak sekali ‘asisten’ guna membantunya dalam menjalankan sistem dunia ini, yaitu malaikat.

Dalam ajaran Zoroastersm (baca http://en.wikipedia.org/wiki/Zoroastrianism) menekankan arti penting kejujuran dan kebenaran. Ascetisme, hidup ugal-ugalan, zina, ditentang keras. Juga mempercayai akan adanya Mesias yang datang kebumi dalam kurun waktu satu millennium. Hampir sama dengan ajaran kita bukan?

Lalu seiring dengan perjalanan jaman, ajaran ini mengadaptasi beberapa jalannya agama atau kepercayaannya yang ada. Salah satunya agama Yahudi yang dimana tertulis dalam Injil jika bangsa Israel yang menganut agama Yahudi tundukpada satu Tuhan, yaitu YHWH atau bentuk pluralnya Yahweh.

Didalam Injil juga tertulis jika YHWH merupakan sumber dari kehidupan juga tujuan akan kematian. Setelah cerita berlarut-larut mulai dari Abraham > Ishak > Yakub > Yusuf > Musa > Yosua > Saul > Daud > Salomo >..Yesus.

YHWH adalah satu-satunya yang boleh dipuja dan dipercaya. Dalam Perjanjian baru Yesus membaharui sistem ‘agama’ yang sudah mulai korup menjadi lebih fleksibel namun tidak meninggalkan arti dari Yahudi sebenarnya.

Lalu 35 tahun setelah wafatNya, mulai ada ‘sekte’ agama baru yang menjadi cikal-bakal ke-Kristenan modern, yaitu Nazarene yang beranggotakan mereka yang mulai percaya pada Yesus sebagai Mesias. Lalu mulailah para kaum Nazarene mengadopsi budaya pagan dari Romawi dan bertranformasi menjadi Christiant. Kerajaan yang mengakui Christiant / Kristen (Katholik) sebagai agama negara adalah Byzantium.

Lalu pada sekitar abad 6-7 mulailah lahir agama Muslim yang juga menganut sistem yang sama seperti Kristen atau Yahudi yaitu Zoroastersm.



Maka dari itu antara Muslim, Kristen, dan Yahudi memiliki kesamaan konsep keagamaan seperti: Bapa bangsa besar adalah Abraham, kepercayaan akan adanya kiamat, Jerusalem merupakan kota suci, dan juga malaikat.

Bukanlah terpenting darimana paham itu berasal. Perlu diingat, tak ada sistem agama atau kepercayaan yang sempurna dikarenakan yang menciptakan adalah manusia itu sendiri. Kita bukan malaikat yang sudah tahu siapa Tuhan itu secara gambling. Yang perlu kita yakini adalah cara menjalankan hidup berdasarkan KeTuhanan bukan membuat Tuhan dalam hidup.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar